Netpreneur Bermodal Sendok dan Garpu

Penulis : Nukman Luthfie

Memang enak punya hobi. Apalagi jika bisa menyulut ide bisnis. Anak muda berusia 26 tahun yang dua pekan lalu mampir ke kantor saya itu punya hobi makan enak. Setelah bosan makan di tempat-tempat itu melulu, ia mulai repot mencari makan di tempat lain. Cari di free mag, infonya masih terbatas. Cari di Internet? Eh belum banyak pula. Pemuda berambut lurus ini ternyata juga seorang web designer. Hm.. web designer + suka makan enak? Blink! Munculkah ide bikin situs pencari makan enak. Pemuda itu bernama Sastro Gozali.

Riset:

Hal pertama yang ia lakukan adalah riset. Ia ketemu dengan beberapa web lokal yang menyediakan informasi seperti ayojajan.com. Tapi ia merasa, informasinya didominasi makanan pinggir jalan/kaki lima. “Yang benar-benar pure restoran dan segmentnya agak berbeda, sepertinya belum ada,” katanya.

Ia pun meriset web luar negeri yang bagus-bagus mengenai dining and culinary. Tentu saja ia menemukan banyak situs web kerena. Tapi kebanyakan hanya menyajikan informasi saja. Tidak banyak aktifitas dari anggotanya.

Konsep:

Dari situlah ia menyusun konsep dan desain web. Konsep awalnya hanya informasi, tapi kini sudah berkembang menjadi gabungan antara informasi dan social networking. Desainya harus bercitarasa tinggi karena melayani kelas atas.

Nama:

Setelah itu, ia baru memikirkan nama. Ternyata nggak gampang mencari nama. “Akhirnya saya gak tau dapat ide dari mana, tiba-tiba kepikiran nama sendokgarpu, it’s a must and basic tools for us to eat right?” katanya. Ternyata domainnya masih ada. Maka bergegaslah ia daftarkan domain tersebut pada medio September 2005.

Pengembangan:

Sastro kemudian mengajak temen kuliah dan skripsinya, Eddy Susanto, sebagai mitra di bagian programing. Sekitar awal Desember 2005, mereka mencoba membangun SendokGarpu.com. Karena mereka berdua masih kerja full time job waktu itu, projek yang sederhana itu makan waktu pengembangan setahun! Tepat pada Senin 4 Desember 2006, situs web SendokGarpu.com live di Internet untuk pertama kalinya.

Promosi:

Karena dana amat terbatas, promosinya memakai cara gratisan. “Perlahan saya promosi lewat mouth-to-mouth, milis dan email2,” kata Sastro.

Ia juga terus mencoba mendekati resto-resto untuk memperkenalkan SendokGarpu.com. Awalnya, respon restaurant masih negatif, karena belum ada yang tahu soal SendokGarpu.com. Untungnya, banyak orang restaurant yang bilang bahwa nama SendokGarpu itu unik sekali dan gampang di ingat serta desainnya menarik.

Ia juga mencoba ke media-media lain untuk promosi, termasuk kerjasama barter promosi dengan Free Magazine dan website lainnya supaya website bisa lebih di kenal.

Prestasinya sebagai pemenang Bubu Awards 2007 untuk kategori Best Design Award membuatnya masuk ke beberapa media seperti kompas.com, detikinet.com dan beberapa media lainnya. Selain itu SendokGarpu.com juga pernah di review oleh Majalah KomputerAktif edisi terakhir. Award ini cukup membuat SendokGarpu.com mulai dilirik oleh beberapa pengiklan dan restoran.

Pengembangan Content:

Sastro makin serius. Ia mulai mencari penulis dan photographer untuk memperkaya informasi di SendokGarpu.com. Nah disini biaya mulai keluar, termasuk operational cost, seperti internet, telepon, transport, makan, dll.

Peningkatan Pengunjung:

Awalnya, jumlah pengunjung hanya sekitar 100-200 orang. Namun setelah fitur social networking ditambahkan, dan member bisa memberikan review, tamunya naik menjadi 800 – 1000 per hari. “Makin hari makin banyak dan terus tumbuh,” kata Sastro.

Jumlah member saat ini sekitar 1300 orang. Mereka rata-rata berumur sekitar 23 – 40. “Yang lifestyle oriented, executive, adventerous, suka hangout dan suka cari makan pastinya,” kata Sastro.

Target tahun ini tidak muluk-muluk: pengunjungnya meningkat menjadi 3000 per harinya.

Tidak Gampang:

“Awalnya pada saat saya punya ide SendokGarpu.com saya pikir nanti bakal gampang banget untuk booming,” kata Sastro. Tetapi kenyataannya, ia marasakan, banyak hal yang harus di lakukan, dari A to Z, mengingat banyak pesaing yang bisa membuat situs web sejenis. Terbukti, banyak situs yang menyajikan info serupa, termasuk Klikresto.com , Restodb.com, Makanmulu.com, Jakartaspot.com, Temanmakan.com, Priuk.com, dan Ayojajan.com.

Kecuali harus berusaha agar mampu bersaing dengan mereka, kini ia pun harus berusaha keras agar cash flow SendokGarpu tidak negatif terus.

Moga-moga ia lolos dari tantangan ini sehingga bisa dijuluki Pendekar Sendok Garpu 🙂

Satu pemikiran pada “Netpreneur Bermodal Sendok dan Garpu

  1. May be this will stand you being an authority yet others will make reference to you as expert
    and knowledgeable method to obtain information. In defining any period ever,
    because of our programming and our current economic and educational paradigms, we usually use
    macroeconomic models within our conclusions. While there remains
    no official word at the moment, obvious support classes like medics or engineers are conspicuously absent from the current lineup’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s