Modal Serba Nekad

Sumber : Purdie E.Chandra

Yusman mengaku tidak merasa gengsi mencoba jualan kerupuk, mengelola warung makan hingga membuka toko oleh-oleh Bandung.

Untuk mencapai suatu cita-cita, adakalanya kita butuh “nekad”. Pengalaman ini terbukti pada Yusman Gunara, yang berhasil mengejar cita-citanya belajar ke Makkah dan membangun sejumlah usaha karena modal ”nekad”.

“Bagaimana tidak nekad, saya tidak menguasai bahasa Arab karena dari dulu sekolah di umum. Bahasa Inggris pun, kalau sekadar little-litle sih I can,” ucap pria kelahiran Bandung 1974 ini.Awalnya, sejumlah orang menertawakan keinginan Yusman. Bahkan, orangtuanya tidak mengizinkan karena tidak ada biaya. Namun, dengan modal tekad yang kuat dan terus memusatkan pikiran pada yang diinginkan, selepas kuliah pada Fakultas Peternakan Unpad (1999), ia bisa menembus kota Makkah untuk belajar. Di sana, Yusman belajar pada Ma’had Masjidil Haram, yang untuk masuknya ia harus hafal minimal 2 juz Al-Quran.

Untuk memenuhi biaya hidupnya di Makkah, Yusman pernah menjadi pembimbing haji dan umrah. Dari sanalah ia berkenalan dengan para pengusaha. Hal itu kemudian menginspirasi Yusman untuk membuka usaha ketika pulang lagi ke Indonesia.

Setelah pulang ke Indonesia pada awal 2002, ia kembali “nekad” membuka usaha meski tidak memiliki modal. Tapi, lagi-lagi ia ”nekad”.

Saat itu, Yusman yang dekat dengan para penarik becak dan menjadi pengelola pengajian untuk dhuafa, terinspirasi membuka usaha penyewaan becak. Awalnya hanya satu becak, sampai akhirnya memiliki 8-10 becak. Karena sulit menagih setoran pada para penarik becak, ia pun membuka BMT untuk mengelola penarikan tersebut. Keuntungan dari penyewaan becak dipakai untuk keperluan sekolah anak-anak mereka. Jadi sekarang uang itu tidak dipakai untuk modal usaha, tapi kembali lagi untuk mereka.

Yusman, yang kini menjadi trainer pada Enterpreneur University-nya Purdi E Chandra, juga tidak merasa gengsi mencoba jualan kerupuk, mengelola warung makan hingga membuka toko oleh-oleh Bandung. Sekarang ia merambah ke penjualan susu, yoghurt dan bakery. Melihat peluang di dunia komunikasi, Yusman pun merambah usaha wartel dan perangkat wartel, lalu membuka penyewaan mobil (Nizami Rental Car) sekaligus Biro Jasa untuk pembuatan SIM dan STNK, bahkan penyewaan Sound System.

Untuk memuaskan hasratnya di dunia keilmuan, ayah seorang anak ini membuat penerbitan berlebel Nizami Press. Buku yang berhasil ia rampungkan berjudul ”Keajaiban Senyum” dan ”Keajaiban Cinta” ia cetak di penerbitannya sendiri. Sementara tiga buku lainnya bekerjasama dengan penerbit lain, menunggu untuk dipasarkan.

Pengalaman hidupnya di Makkah ia manfaatkan untuk membuka usaha konsultan pendidikan di Makkah dan Madinah. Usaha terbarunya saat ini membuat Training Centre, dan masih ada beberapa usaha lain yang kesemuanya bernaung di bawah Nizami Group. Dari sekian banyak jenis usaha yang Yusman kelola, ia hanya butuh 8 orang karyawan tetap. Tapi bila sedang sibuk, ia akan menambah karyawan free lence 4-5 orang.

Yusman memang pandai melihat peluang usaha. Kuncinya adalah banyak bergaul dengan orang-orang kecil. Dari mereka, Yusman tahu di mana tempat yang akan dijual, cocoknya untuk usaha apa dan sebagainya. Namun tidak ia pungkiri, kalau relasi yang ia kenal di Makkah pun punya andil dalam pembangunan beberapa usahanya, seperti para pejabat dan pengusaha kenalannya.

Setiap usaha pasti ada kendalanya, begitupun Yusman. Seperti pembayaran yang ngadat dari para konsumen, padahal pemilik barang sudah nagih. Untuk mengatasinya terpaksa ia harus nombokin dulu. Tapi itu hanya 20% dari pelanggan. Selain itu kadang harus berhadapan dengan ketidak jujuran karyawan.

Untuk mengecek kejujuran karyawan, Yusman mulai menempatkan karyawannya sebagai penunggu wartel. Menurut Yusman, pengecekan di sana relatif mudah karena ada komputernya. Akan terlihat mana karyawan yang jujur dengan laporan keuangan dan mana yang tidak. Bila mereka teruji di sana, ia akan menaikkan posisi mereka ke tempat lain. Tapi bila ketahuan tidak jujur dari awal, ada yang langsung dipecat atau diberi dispensasi dengan catatan harus mau memerbaiki diri.

Kiat sukses ala Yusman Gunara

  1. Miliki tekad kuat untuk mewujudkan impian dan terus pusatkan pikiran pada apa yang diinginkan
  2. Banyak bergaul dengan orang kecil
  3. Perbanyak shadaqah untuk menambah keberkahan rizki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s